MENGEMBANGKAN KOMPTENSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Oleh : Marasakti Bangunan

I PENDAHULUAN
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi sangatlah penting, karena dalam dua dasawarsa belakangan perkembangan terhnologi begitu hebatnya. Sehingga telah memberi dampak yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia.
Salah satu hal yang berkembang sangat pesat dan menjadi pemicu dari perkembangan yang ada adalah komunikasi. Karena itu, tidak aneh kalau akhir-akhir ini banyak orang yang tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan (kompetensi) berkomunikasi.
Kemampuan berkomunikasi memang merupakan suatu hal yang sangat fundamental bagi kehidupan manusia, Dengan mampu berkomuniksi dengan baik kita bisa membentuk saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang mengembangkan karier, Sebaliknya dengan kemampuan berkomunikasi yang buruk, kita juga memupuk perpecahan, menanamkan kebencian dan menghambat kemajuan.
Kualitas hidup, hubungan kita dengan orang lain, bahkan peluang dan usaha serta karier dapat ditingkatkan dengan dengan cara memperbaiki cara-cara dan kemampuan berkomunikasi terutama jika berhadapan dengan manusia yang berbeda budaya.

II KOMPETENSI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Kompetensi dalam Bahasa Inggris adalah competency atau competence merupakan kata benda, Menurut William D. Powell dalam aplikasi linguist Version 1.0 (1997) diartikan : 1). Kecakapan, kemampuan , kompetensi ; 2). Wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang berarti cakap, mampu dan tangkas.
Kata competence adalah state of being capable atau dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjukkan kapabilitas atau kemampuan seseorang, sehingga ia dapat berfungsi dalam cara-cara yang mendesak dan penting. Misalnya kompetensi komunikator adalah sebuah kompetensi yang dimiliki oleh seorang komunikator atau kemampuan tertentu, kemampuan yang cukup dari seorang komunikator dalam menghindari perangkap atau hambatan komunikasi.seperti meminimalisir kesalahpahaman, kekurangmengertian, dan memahami perbedaan sikap dan persepsi orang lain.
Dari defenisi diatas kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melaksanakan tugas dan peran, kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan-keterampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi dan kemampuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan apada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan.
Oleh karena itu, yang dimaksud dengan kompetensi lintas budaya adalah kompetensi yang dimiliki oleh seseorang (baik secara pribadi, berkelompok organisasi atau dalam etnik dan ras) untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan utama dari orang-orang lain yang berbeda kebudayaannya. Kompetensi lintas budaya merupakan suatu perilaku yang kngruen, sikap, struktur, juga kebijakan yang dating bersamaan atau menghasilkan kerja sama dalam situasi lintas budaya.
Setiap kompetensi lintas budaya dari seorang individu tergantung pada institusi social, organisasi kelompok kerja, dan tempat individu berada (secara fisik maupun social) Semua factor itu membentuk sebuah system yang mempengaruhi kompetensi lintas budaya individu yang efektif. Jadi secara makro dapat dikatakan bahwa kompetensi lintas budaya merupakan tanggung jawab atas total system sebuah kebudayaan. Kompetensi lintas budaya berkaitan dengan suatu keadaan dan kesiapan individu sehingga kapasitasnya dapat berfungsi efektif dalam situasi perbedaan budaya.

III UNSUR-UNSUR KOMPETENSI
Perekembangan jaringan komunikasi dan meningkatnya jumlah orang yang berkunjung ked an menetap di suatu Negara lain, baik untuk sementara ataupun untuk selamanya telah menumbuhkan kesadaran akan perlunya memahami budaya orang lain. Budaya orang lain telah menjadi suatu bagian yang penting dalam lingkungan komunikasi mereka. Keberhasilan Negara asing ini antara lain ditentutukan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah-masalah budaya dan komptensi lintas budaya. Spiitzberg menyatakan kompetensi adalah sebuah kesan, Kompetensi komunikasi tidak boleh tidak harus disamakan dengan kesan dari seseorang yang menjadi lawan bicara. Ada beberapa implikasi dari pernyataan diatas
1 Kompetensi tidak selalu harus actual sesuai dengan tampilan yang dilihat oleh orang lain.
2 Fakta bahwa seseorang telah mngevaluasi sesuatu yang mungkin saja evaluasi itu melenceng, bias atau menarik sebuah kesimpulan yang salah. Atau membuat perbedaan penilaian dengan menggunakan criteria yang sama, namun menghasilkan kompetensi yang berbeda.
3 Evaluasi itu harus dibentuk dengan merujuk pada sejumlah criteria, baik implicit maupn eksplisit. Evaluasi ini menjadi tidak dapat dipahami atau tidak valid kerena tidak didukung oleh pengetahuan tentang criteria atau bagaimana criteria itu disusun. Sehingga tampilan yang sama, bisa jadi dikatakan berkompeten oleh suatu standart tertentu, namun tidak kompeten menurut criteria yang lain.
Meskipun demikian, umumnya pembicaraan tentang kompetensi jelas menghendaki adanya suatu keterampilan atau kecakapan yang dimilki, disaat berkomunikasi dengan orang lain dan ketepatan itu ditentukan pula lawan bicara. Menurut Spitzbeg ada tiga komponen kompetensi dalam berkomunikasi yaitu :
1 Motivasi
Motivasi adalah daya tarik dari komunikator yang mendorong seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain
2 Pengeatahuan
Pengetahuan menentukan tingkat kesadaran atau pemahaman seseorang tentang kebutuhan apa yang harus dilakukan dalam rangka komunikasi secara tepat dan efektif, komponen pengetahuan turut menentukan kompotensi komunikasi karena hal ini berkaitan erat dengan tingkat kesadaran terhadap apa yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan orang lain
3 Keterampilan
Kemampuan dapat membimbing kita untuk mengahdirkan sebuah prilaku tertentu yang cukup dan mampu mendukung proses komunikasi secara tepat dan efektif. Tujuan utama dari keterampilan semata-mata untuk mengurangi tingkat ketidakpastian dan kecemasan. Untuk mengurangi ketidakpastian setidaknya seseorang harus mempunyai keterampilan empati, ber[prilaku seluwes mungkin dan kemampuan untuk mengurangi situasi ketidakpastian itu sendiri

II PENDEKATAN KOMPETENSI BERKOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Ada empat macam pendekatan teoritik terhadap kemampuan berkomunikasi lintas budaya yaitu :
1 Pendekatan Perangai
Tatkala berkomunikasi dengan seseorang dari kebudayaan lain, maka anda menampilkan perangai (trait) tertentu, ingatlah bahwa perangai tidak saja dibentuk oleh factor-faktor internal individu tetapi juga pengaruhi factor-faktor social. Itulah yang disebut Internal Response Trait yaitu derejat (tinggi atau rendah) kestabilan disposisi dan konsistensi disposisi individu untuk merespons karakteristik orang lain.
2 Pendekatanm Perseptual
Anda harus mengidentifikasi jenis-jenis persepsi, seperti kognisi,pandangan dan pemahaman bahwa semua itu berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi lintas budaya yang emeperhitungkan tekanan psikologi, berkomunikasi secara efektif dan membangun relasi antar pribadi.
3 Pendekatan Perilaku
4 Pendekatan terhadap kompetensi komunikasi lintas budaya dapat dilakukan melalui pendekatan perilaku, terutama perilaku social (perilaku individu dalam konteks social) karena invidu berhubungan dengan seseorang dalam konteks budaya tertentu.
5 Pendekatan terhadap kebudayaan tertentu.
Jika kita ingin meningkatkan komunikasi dengan orang lain dari kebudayaan lain maka yang dilakukan adalah mempelajari kebudayaan, belajar tentang nilai, norma, kepercayaan, bahasa (verbal dan non verbal) struktur pengetahuan, system social dan budaya, system ekonomi, mata pencaharian, dan adapt istiadat.

IV KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi lintas budaya adalah kompetensi yang dimiliki oleh manusia baik secara pribadi, berkelompok, organisasi atau dalam etnik dan ras tertentu, dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan yang menyangkut kebutuhan utama dari orang-orang berbeda budaya. Jadi Kompetensi komunikasi lintas budaya adalah seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi antar manusia berbeda budaya.

DAFTAR BACAAN
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka) 2005
Dahlan site, Pengertian-Kompetensi, . http://dahlanforum.word.press.com diakses pada tgl. 16 Mei 2009.
Liliweri MS, Alo, Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya, (LKiS: Yogyakarta) 2003
Mulyana, Dedi & Jalaluddin Rahmat, Komunikasi Antar Budaya : Panduan Berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya, (PT. Remaja Rosda Karya : Bandung) 1996.